Our social:

Senin, Maret 03, 2014

Pengalaman di Jakarta...

Demi mengisi waktu luang pada jam istirahat kantor, saya menulis artikel ini hanya untuk memberikan pengalaman tinggal di jakarta sungguh Luar Biasa dilihat dari berbagai kondisi.
Jakarta memang sangat Terkenal, baik Nasional atau Internasional dalam berbagai Aspek, baik yang Positif dan Negatifnya.. ( yang Negatifnya.. tergantung masing-masing personal yang tau... )
berdasarkan pengalaman saya tinggal di Jakarta hingga hari ini saat saya menulis artikel ini, saya hanya bisa mengatakan 2 kata "LUAR BIASA".

pahit manis di jakarta sudah saya rasakan SETIDAKNYA tidak sepahit dan semanis saudara-saudari di jakarta dan mungkin bisa saya bagikan kepada sahabat pembaca semua.
memang benar tidak hanya jakarta yang mungkin Luar Biasa, masih banyak Kota kota lain yang lebih luar biasa. tetapi mengingat dan menimbang saya tinggal dijakarta ya saya bahasnya Jakarta.

Ready... Set...  Go....


Hidup di jakarta harus pintar-pintar mencari, mengambil dan mempertahankan kesempatan. WHY ?
karena jakarta penuh dengan orang - orang Sibuk, seperti :
Sibuk Bersaing, 
Sibuk mencari tantangan, 
Sibuk mencari Hiburan, 
sibuk Bekerja, 
Sibuk menghadapi macet, 
Sibuk mengurusi rumah yang kebanjiran 
dan sibuk sibuk lainnya.

tapi bukan berarti tinggal di Jakarta tidak nyaman...
Tinggal di Jakarta akan nyaman jika kita tidak pernah membandingkan apa yang kita raih dengan orang lain. INTInya mensyukuri nikmat yang sudah kita Raih selama di Jakarta. ( hahaha kaya lagu aja "syukuri apa yang ada... hidup adalah anugrah.." emang bener sih nih lagu.. ).

Tinggal di Jakarta itu Nyaman banyak Suka dan Dukanya karena :

1. Macet
Macet adalah alasan utama bagi saya untuk diam dirumah, selain menghemat bensin juga menghemat energi lainnya. mending dibuat untuk bermain sama anak dirumah atau mengerjakan project website dari luar... walaupun terkadang bosan juga diam dirumah... hahaha Curcol lagi...



2. Banjir
untuk yang satu ini tentunya tidak menyenangkan... karena membuat semua prabotan rusak terutama SpringBed dan Lemari yang modelnya bongkar pasang.. tapi... kalau banjirnya cuman di sampai di teras doang masih senyum-senyum dikit.. walaupun deg deg an dan selalu berdoa "semoga hujan lekas berhenti, amin".
tapi percaya atau tidak, menurut saya orang Jakarta banyak membuat rumah bertingkat selain ingin memperbesar rumahnya, juga  untuk antisipasi buat banjir datang :) (just kidding, peace...). dan lebih kerennya lagi, ada beberapa media TV mengatakan, anak-anak kecil yang rumahnya mengalami banjir, beranggapan banjir dirumah ibarat waterboom gratis.. 



3. Apapun harus Bayar..
yang ini nih masih pro dan kontra di dalam hati, kenapa ?? bagaimana tidak mau sholat jumat kalau engak titip di penitipan bisa di bawa kabur.. ( wah dosa nih.. sudah berpikiran seperti ini.. ) kan engak lucu kalau tiba-tiba sepatu hilang trus kerja tanpa sepatu.. tapi hitung-hitung beramal juga siih... dan yang paling mengesalkan.. mau cari hiburan Harus bayar berkali kali.. misalkan ke taman hiburan, Masuk Areanya Bayar, Parkir sih gratis tapi setelah selesai Parkir harus bayar lagi.. masuk Wahananya ya bayar lagi.. dan didalam Wahanannya pun masih harus bayar setiap ingin bermain. oleh sebab itu di Jakarta selalu ada peluang untung menghasilkan Uang... Everything what you do, you must pay... ( sok english dikit deh.. benar atau tidak harap maklum lah.. )



4. Sesama Saling menguntungkan
berdasarkan pengalaman dijakarta, hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah. dan tidaklah aneh lagi... walaupun saya berpikir sebelum tinggal dijakarta, orang Jakarta itu, Cuek semuanya terhadap orang lain.. ternyata tidak juga.. contoh kasus begini...
waktu sepulang kerja badan terasa lelah apalagi di tambah keindahan macetnya jakarta yang hampir tidak bisa melaju lebih dari 20 Km/Jam. akhirnya mengharuskan saya untuk mencari Jalan Dadakan walaupun berbahaya.. hehehe biasa lewat BusWay... Emang sih BusWay di larang tapi seperti yang saya bilang, saya harus pintar-pintar mencari, mengambil dan mempertahankan Kesempatan tersebut... Pendek cerita.. saya kaget melihat banyak Pengendara motor lainnya berhenti... saya dekati dan ternyata... usut demi usut didepan ada Oknum Pak Polisi dan Bu Polwan... entah dia niat menerTIPkan sambil pegang surat tilang atau emang niat menilang... langsung muncul kata-kata dalam hati. "Waduh Razia, gimana nih... Maju salah, mundur salah, mau belok penghalangnya tinggi... apes dah.. " nah... disini lah bukti Orang Jakarta memiliki sikap Saling menguntungkan... selain itu benar juga kata pak Ustadz, "Setiap 1 masalah 2 kenikmatan dan banyak hikmahnya..." setelah berhenti sejenak dengan pengendara lain sambil berfikir dan melihat pak polisi dari kejauhan menghentikan pengendara lain. akhirnya ada 1 pengendara memberikan ide " Pak Motornya gantian di angkat ke sebelah gimana ? mau kan ?" ya berhubung saya dan dia sama-sama butuh akhirnya deal deh... tapi banyak juga yang Harakiri maju terus siap diTilang...  dan semenjak itu jadi ngeri lewat busway.. kapok dah... tapi yang digambar dibawah ini bukan saya ya... hehehe



5.Semua Serba Murah..
indahnya tinggal dijakarta karena banyak banget Supplier besar yang menjual dengan harga barang dibawah Rata-Rata, dari penjual lainnya.. contohnya Tanah Abang ( produsen Baju ), Pasar Gembrong ( Pasar Mainan anak ) dan lain-lainnya.. tapi soal Makanan hati-hati ya.. engak jamin murah itu Sehat...
So, hati-hati memilih dan makan jajanan diluar.. lebih baik beli bahan sendiri dan masak sendiri dari pada beli jadi.



itulah 5 hal suka duka tinggal dijakarta berdasarkan pengalaman saya hingga hari ini saya menulis artikel ini.... dan yang paling utama yang wajib kita ketahui adalah setiap kegiatan, usaha atau apapun namanya.. pasti Antri dan berdesak-desak... kecuali di Toilet doang dan anda Grup VVIP atau VIP dari salah satu tempat yang ingin anda kunjungi...

jika ini bermanfaat untuk info sahabat Pembaca... ya Alhamdullillah... jika tidak maaf deh...  
Tinggalkan Jejak Komentar anda... karena hidup itu indah jika saling memberikan Kritik dan Saran...


Posting Komentar